Poster Anti KekerasanPoster Anti Kekerasan

Rabu, 16 Juli 2025 – Kegiatan hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK IT Darul Amal kembali berlangsung padat, sarat nilai, dan menggugah semangat kebangsaan serta kepedulian sosial peserta didik baru. Tema hari ini berfokus pada penguatan karakter, kesadaran hidup sehat, dan penanaman nilai anti-kekerasan.

Kegiatan Shalat Duha Bersama

Kegiatan Shalat Duha Bersama

Kegiatan diawali dengan shalat dhuha berjamaah di aula sekolah, yang telah menjadi rutinitas pembuka kegiatan MPLS sejak hari pertama. Setelah itu, siswa mengikuti sesi Pengenalan Kejuruan dan Prospek Kerja oleh Lana Zakariya, S.Kom., yang menjelaskan secara rinci tentang jurusan unggulan di SMK IT Darul Amal, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Peserta tampak antusias menyimak peluang kerja dan keahlian yang bisa mereka capai setelah lulus.

“Saya jadi lebih semangat masuk jurusan TKJ karena tadi dijelaskan bahwa peluang kerja di bidang ini luas, bisa jadi teknisi jaringan, programmer, atau wirausaha,” ungkap salah satu siswa baru.

Semangat nasionalisme kemudian dikuatkan lewat materi Empat Pilar Kebangsaan yang disampaikan Ibu Ike Wulandari, S.Pd. Siswa diajak memahami dan menghayati nilai-nilai dasar negara, serta bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah.

Ilustrasi 4 Pilar Kebangsaan

Ilustrasi 4 Pilar Kebangsaan

Untuk mencairkan suasana, OSIS menggelar sesi ice breaking dan permainan interaktif, yang melibatkan kerja tim dan komunikasi aktif. Tawa dan semangat kolaboratif terlihat jelas di setiap kelompok.

Materi berikutnya, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Sehat, dibawakan oleh Ibu Dwi Widiasih, S.Pd., yang mengajak siswa membiasakan pola hidup sehat seperti sarapan bergizi, rajin berolahraga, menjaga kebersihan, hingga mengurangi konsumsi gula dan makanan instan.

Usai istirahat, siswa diajak menonton film edukatif bertema Pencegahan Kekerasan, yang mengangkat kisah nyata remaja korban perundungan di sekolah. Tayangan ini membuka ruang diskusi dan refleksi mendalam di kalangan peserta.

Kegiatan diakhiri dengan sesi pembuatan poster anti-kekerasan yang difasilitasi OSIS. Siswa menuangkan pesan damai, solidaritas, dan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dalam bentuk visual yang kreatif. Poster-poster hasil karya tersebut akan dipajang di area sekolah sebagai pengingat sekaligus ajakan bersama untuk menciptakan sekolah yang aman dan nyaman.

“Pesan yang disampaikan melalui poster dan film hari ini sangat kuat. Kami ingin semua siswa merasa aman di sekolah ini,” ujar Ibu Siti Muqodimah, S.Ag., pemateri sekaligus pendamping sesi refleksi.

“Hari ini menyentuh banget, apalagi waktu nonton film dan bikin poster. Saya jadi sadar kalau kekerasan itu bisa terjadi dari hal-hal kecil yang kita anggap biasa,” tutur salah satu siswi baru yang terlihat aktif saat diskusi.

Hari ketiga MPLS menjadi momentum berharga bagi peserta didik baru untuk mengenali jati diri, memahami lingkungan sekolah, dan membentuk karakter kuat sejak awal. (DW)