siswa kelas XI TKJ 2 SMK Islam Terpadu Darul Amal membuat pot bunga dari galon bekas.Alian, Kreativitas siswa SMK Islam Terpadu Darul Amal kembali terlihat melalui tugas mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK). Siswa kelas XI TKJ 2 berhasil memanfaatkan galon air mineral bekas menjadi pot bunga cantik yang menarik perhatian.
Proyek ini berlangsung selama kurang lebih tiga hari, menyesuaikan dengan jadwal pelajaran yang ada. Sebelum memulai proses pembuatan, para siswa mencari referensi dan inspirasi model pot dari internet. Berbagai ide desain mereka kumpulkan, lalu disesuaikan dengan bentuk galon bekas yang akan digunakan.
Tahapan pengerjaan dimulai dari perancangan desain, pemotongan galon, pengecatan dengan warna-warna cerah, hingga pemberian sentuhan akhir seperti motif atau ornamen tambahan. Setiap kelompok bekerja sama untuk memastikan hasil akhir pot bunga terlihat rapi, unik, dan memiliki nilai estetika tinggi.
Guru PKK, Bu Durotun Khofifah, menyampaikan bahwa tugas ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga melatih kreativitas dan menumbuhkan jiwa wirausaha. “Kami ingin siswa terbiasa melihat peluang dari barang yang tidak terpakai, lalu mengubahnya menjadi produk yang berguna atau bahkan bernilai jual,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Melalui daur ulang kreatif, siswa diajak untuk mengurangi limbah plastik sekaligus menghasilkan karya yang bermanfaat. Pot-pot bunga yang dihasilkan kini digunakan untuk mempercantik area sekolah, terutama di halaman dan sudut-sudut yang memerlukan sentuhan hijau.
Dengan pengalaman ini, siswa tidak hanya memperoleh nilai akademik, tetapi juga bekal keterampilan yang dapat menjadi modal usaha di masa depan. Mereka belajar bahwa barang bekas tidak selalu berakhir di tempat sampah, melainkan bisa diubah menjadi produk bernilai jika dikelola dengan kreativitas dan ketekunan.
Inovasi siswa SMK Islam Terpadu Darul Amal ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah lain untuk mengadakan kegiatan serupa, sehingga gerakan peduli lingkungan dan kewirausahaan bisa berjalan beriringan.



